Play Stove & Oven dari kardus bekas
Homemade Toy: Play Stove & Oven dari kardus bekas
Minggu lalu kami berkunjung ke
rumah sepupunya anak-anak yang juga adalah satu-satunya keponakan
perempuan kami. Di sana Arvin dan Neo bermain dengan play kitchen set milik
Bella. Sepertinya yang sudah saya duga, mereka suka sekali bermain
masak-masakan dan cukup seru hingga terjadi rebut-rebutan yang tak
terhindarkan. Memang mereka tidak asing lagi dengan ide main
masak-masakan ini (biasanya bermain membuat makanan dengan play dough).
Saya pun terinspirasi untuk membuatkan play stove & oven sendiri
buat kedua anak cowokku (ya, saya tidak masalah anak laki-laki main
masak-masakan). Ide itu semakin diteguhkan oleh Arvin yang langsung
minta dibuatkan.
Saya awalnya cuma tanya, "Tadi asyik ya kak main kitchen set-nya Bella?".
Jawabnya, "Iya, Arvin suka. Neo juga."
Hening sejenak, "Mama bisa buatin kan?".
Saya cuma senyum.
Challenge accepted!
Bermain
pura-pura (pretend play) adalah salah satu kegiatan bermain dan belajar
yang sangat penting bagi anak, karena dapat meningkatkan kompetensi
kognitif dan sosial anak (selengkapnya baca di penelitian ini),
apalagi saat ini Neo memang sedang dalam fase suka menirukan kegiatan
yang dilakukan orang dewasa. Jadi sedapat mungkin kita harus
memfasilitasi permainan pura-pura ini, tanpa harus berpikir sempit
apalagi hanya karena alasan jenis kelamin anak.
- 1 buah kotak kardus (saya pakai bekas air mineral)
- 1-2 gulung kertas pembungkus kado (optional)
- lem
- gunting
- cutter
- tutup botol plastik
- sedotan plastik
- botol plastik bekas
- mangkuk stainless/plastik/melamine
- foam lembaran
- spidol permanen hitam
- tali 20-30 cm
- paku plastik
- plastik lembaran
- electric tape
- selotip/lakban transparan
- alat tulis
- penggaris
- 1 set perlatan masak mainan (atau gunakan alat-alat makan kecil di rumah)
- Botol-botol plastik bekas (diisi dengan air berwarna) sebagai bumbu dan saus
Cara membuat:
1. Pertama-tama, tentukan desain stove dan oven yang diinginkan untuk dibuat di permukaan kotak. Saya berencana membuat stove dan oven mini saja, hanya ada 2 stove supaya ada tempat untuk membuat sebuah washtafel untuk mencuci alat-alat masak.
Selanjutnya potonglah bagian-bagian yang perlu dipotong menggunakan gunting dan cutter. Saya membuat lubang untuk washtafel (yang
dibuat dari sebuah mangkuk stainless yang dimasukkan ke lubang - untuk
tampilan yang lebih realistis saja) dan lubang pintu serta lubang
jendela untuk ovennya. Kemudian (lagi-lagi untuk tampilan yang lebih
rapi), bungkuslah sekeliling kotak dengan kertas pembungkus kado atau
kertas pembungkus lainnya. Berikutnya potonglah dengan rapi kertas
pembungkus sesuai dengan lubang-lubang yang sudah dibuat.
2. Potong lembaran craft foam (bila tidak ada, bisa menggunakan bahan lain) menjadi 2 lingkaran yang akan dibuat menjadi stove. Buat pola lingkaran stove dengan menggunakan spidol permanen hitam, tempelkan pada bagian atas kotak.
Agar potongan pada pintu oven bisa lebih awet (karena banyaknya gesekan dari gerakan buka-tutup), pinggirannya saya lapisi dengan electric tape hitam. Untuk menghias bagian dalam oven,
saya memotong 1 buah lembaran karton bekas (ukur agar sesuai dengan
ukuran keliling bagian dalam kotak) dan membungkusnya dengan kertas
metalik berwarna perak.
Untuk membuat kenop stove,
saya memakai 2 buah tutup botol plastik bekas dan melubangi bagian
tengahnya menggunakan paku dan palu, lalu memasukkan paku plastik ke
dalam lubang. Jangan lupa lubangi juga permukaan kotak dan masukkan
kenop berpaku supaya kenop bisa benar-benar berputar saat dimainkan (kalau ribet, bisa dilem saja langsung).
3.
Ambil sebuah botol plastik bekas, potong bagian atasnya, gunakan tutup
botol plastik yang lebih besar tapi pas di leher botol, lubangi dan
masukkan sedotan plastik yang sudah dipotong untuk membuat kerannya.
Karena menggunakan tutup botol yang sedikit lebih besar dari leher
botol, keran air ini benar-benar bisa diputar oleh anak saat
ingin 'menyalakan' keran airnya. Menambahkan pengalaman yang lebih
realistis buat anak dibandingkan keran yang tidak bisa berputar.
Buatlah
dua lubang di sisi kotak dan masukkan ujung-ujung tali ke tiap lubang
dan buat simpul di ujung tali. Tali ini dapat berfungsi sebagai tempat
untuk menggantung peralatan masak dan juga lap/serbet.
Tambahkan aksesoris tambahan pada pintu oven, seperti pegangan untuk membuka pintu dan juga tombol-tombol oven di sisi pintu. Oh iya, selain untuk 'memanggang makanan' oven juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan semua peralatan masak-memasak saat sedang tidak dimainkan anak. Praktis kan?
Pada akhirnya, saya memutuskan untuk melapisi tiap lekukan dan sudut kotak dengan electric tape supaya lebih awet dan juga tampilan yang lebih rapi.
Berikut foto para krucils (yang sempat mama jepret) sedang sibuk memasak di stove dan oven barunya:
![]() |
| Krucils sempat beberapa kali duluan memainkan si stove meskipun belom selesai dibuat! |
| Saat Neo sudah tidur, Arvin jadi 'Raja dapur' dan asyik main tanpa harus rebutan :) |
Main sama-sama, tapi asyik sendiri-sendiri,.. hehehe.
Pony beads sukses direkrut jadi bahan makanan, hmm saya jadi dapat ide, makanan mainan homemade mungkin? ;p
Arvin sibuk dengan panci, wajan dan tungkunya,.. sementara...
Neo
masih kurang minat dengan tungku dan ovennya, menurutnya (saat ini),
masak itu yah mengaduk-aduk dan menuang-nuang bahan makanan di berbagai
wadah... nggak salah juga.
Owh,.. habis masak, semuanya menumpuk di washtafel! hayoo.. siapa yang mau pura-pura cuci piring?? :D
Happy cooking!









iron core | Titanium Works | titanium-arts.com
BalasHapusTite-Iron-Core titanium security · A material for solid materials. · Ideal for corrosion-free ion titanium on brassy hair applications. · Can be used with a copper plate or a titanium rod in leg Rating: 5 titanium headers · 1 review · $10.00 · In stock titanium build